tahalul

Menurut bahasa tahallul berarti “menjadi boleh” atau “diperbolehkan. Dengan demikian tahallul ialah diperbolehkan atau dibebaskannya seseorang dari larangan atau pantangan ihram

 Pembebasan tersebut ditandai dengan tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut. Semua mazhab berpendapat bahwa tahallul merupakan wajib haji, hanya Syafi’iyah menganggapnya sebagai rukun haji, sebagaimana firman Allah dalam Qur’an surat Al Fath ayat 27 yang artinya :

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya bahwa mimpi RasulNya itu akan menjadi kenyataan, Yaitu engkau beserta penduduk Mekah lainnya akan memasuki kota Mekah Insya Allah dengan aman, bebas dari rasa takut terhadap kaum musyrik dengan mencukur rata kepalamu, sedang yang lain mengguntingnya saja. Tuhan mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Dibalik “yang tidak kamu ketahui itu” Tuhan akan memberi kemenangan lebih dahulu kepadamu pada waktu dekat”

TAHALLUL AWAL, Melepaskan diri dari keadaan ihram, setelah melakukan dua diantara tiga perbuatan alternatif sebagai berikut :
–    Melontar jumrah Aqabah dan mencukur
–    Melontar jumrah Aqabah dan Tawaf Ifadah
–    Tawaf Ifadah, Sa’i dan mencukur.

TAHALLUL SANI/KUBRA, Melepaskan diri dari keadaan ihram setelah melakukan ketiga ibadah secara lengkap, yaitu sebagai berikut :
–    Melontar jumrah Aqabah
–    Bercukur
–    Tawaf Ifadah dan Sa’i
Di dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda, ” Semoga Allah merahmati orang-orang yang mencukur. Lalu para sahabat berkata “ bagaimana dengan orang-orang yang memendekkan rambut, wahai Rasulullah ?Beliau bersabda lagi , “Semoga Allah mengasihi orang-orang bercukur”. Para sahabat berkata lagi, Bagaimana dengan orang-orang yang memendekka, wahai Rasulullah ?. Beliau berkata , Demikian juga dengan orang-orang memendekkan.
Nampaknya, pengulangan Rasulullah dalam menyebut orang-orang yang bercukur adalah bentuk anjuran dan penekanan agar hal tersebut diutamakan untuk dilaksanakan. Dengan bercukur, maka ‘ubudiyyah atau penghambaan kepada Allah akan menjadi lebih terasa, dan ketuntukan kepadaNya menjadi lebih nampak. Orang yang hanya memendekkan rambutnya saja, berarti dia masih menyisahkan perhiasan dirinya, yaitu mahkota di kepalanya.
Adapun maksud dari pertanyaan para sahabat tentang bagaimana dengan orang-orang yang memendekkan saja dan tidak bercukur adalah karena mereka ingin mengetahui apakah mencukur itu suatu kewajiban mutlak, atau bisa dengan hanya memendekkan saja ?. Dengan jawaban Rasulullah tadi, dapat disimpulkan bahwa click here mencukur semua rambut itu lebih utama daripada sekedar memendekkan.

RAHASIA MENCUKUR
Bagi  yang melihat pemotongan rambut dalam tahallul ini, tentu mereka akan melihat bahwa itu hanyalah proses membuang rambut saja. Padahal sejatinya, terkandung makna yang begitu agung dalam prosesi tahallul tersebut
Sesungguhnya rambut tidaklah memiliki faedah di tubuh kecuali hanya sebagi lambang keindahan. Karena itu, siapa yang mencukurnya, berarti dia sama saja telah berlepas diri dari hiasan keduniaan yang menggelayutinya, demi mengharapkan ridha Allah dan menjalankan perintahNya. Sifat daripada rambut adalah mudah untuk dipangkas, baik dengan gunting atau pisau cukur. Tidak jauh berbeda dengan rambut, dosa[un mudah dihilangkan, yaitu dengan pernyataan taubat kepada Allah dan meminta ampunanNya.
Apa artinya rambut ? Apa artinya makanan ? Apa artinya kenyaman istirahat ? Apa artinya harta dan kekayaan ? Sungguh, semua itu pantas untuk dilepaskan demi keridhaan Allah semata. Sifat dari ketergantungan dari semua itu, hanya memberatkan kehidupan dan menjadikan diri terkurung oleh kenikmatan dunia, padahal ketergantungan pada dunia adalah kehidupan yang hina.
Firman Allah SWT,
Hai orang-orang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu, “Berangkatlah pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu ?. Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di Akhirat ?. Padahal kenikmatan hidup di dunia ini di Akhirat hanyalah sedikit.
Lihatlah firman Allah di atas, Kalimat “kamu merasa berat” adalah sebuah isyarat yang mengatakan, bahwa jiwa selalu terberati dan condong padahal yang hina dan rencah. Jika hal ini sampai terjadi, maka akan menghambat bahkan menghalangi terangkatnya rohani ke atas menuju derajat yang lebih tinggi dan penuh keabadian.
Dengan mengikuti beberapa pekerjaan dan sikap mulia, yang berasal dari Allah dan RasulNya, maka akan semakin mudah pula bagi manusia untuk berlepas dari ikatan dunia dan perhiasannya. Derajat mereka akan semakin tinggi juah meninggalkan kerendahan hawa nafsu yang hina. Jika hal ini terlaksana, maka akan terwujudlah tempat yang penuh keabadian disisiNya dan keabadian yang terlepas dari segala kefanaan yang ada di dunia. Tentu saja semua itu akan dapat dihasilkan setelah melalui rangkaian prosesi manasik dari awal sampai akhir dengan ikhlas dan benar, termasuk di dalamnya adalah aktivitas mencukur atau memendekkan rambut.