Masjidil Haram

Adalah masjid tertua di dunia yang di bangun oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berbentuk empat persegi dan di bangun mengelilingi Ka’bah,
rumah tempat menyembah Allah dan ditetapkan menjadi qiblat shalat bagi Muslimin di seluruh dunia.
Berbeda dengan masjid manapun di dunia, shaf di Masjidil Haram ini berbentuk lingkaran, semuanya menghadap ke Ka’bah yang berada di tengah-tengah. Ini merupakan keunikan yang tidak di punyai oleh Masjid manapun di dunia.PEMBAHARUAN DAN PERLUASAN. Dari masa ke masa mesjid ini selalu mengalami pembaharuan dan poerluasan yang diprakasai oleh raja-raja Islam yang mempunyai perhatian terhadap Islam. Perbaharuan yang paling besar dan spektakuler dalam sejarah adalah yang di prakarsai oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz yang bergelar “Pelayan Dua Tanah Haram” yaitu Raja Arab Saudi yang memerintah sejak tahun 1982 dan dan sekarang dilanjutkan pembangunan oleh penggantinya yaitu Raja Abdullah bin Abdul Aziz yang juga digelari sebagai Khadimul Haramain atau pelayan dua Tanah Suci.

Dewasa ini luas Masjid Al Haram menjadi lebih dari dua kali lipat 328,000 m2 sehingga dapat menampung 730.000 jama’ah dalam satu waktu shalat berjamaah pada hari-hari biasa dan lebih 1.000.000 jama’ah pada waktu musim haji. Sebelum di perluas oleh Raja Fahd, luas mesjid ini 151.000 m2 dan hanya dapat menampung 313.000 jama’ah pada hari biasa dan kurang lebih 500.000 orang pada waktu musim haji.

Keistimewaan utama masjid ini adalah: shalat di masjid ini lebih utama dari shalat 100.000 kali di masjid lain, begitupun berzikir, berdoa, bersedekah dan beramal baik lainnya. Datang ke masjid ini dengan niat tidak baik atau akan berbuat lain, Allah langsung mengazabnya dengan siksa yang amat pedih.

TEMPAT BERSEJARAH. Tempat-tempat penting di masjid ini selain ka’bah adalah:
Makam ibrahim  : Batu pijakan Nabi Ibrahim ketika membangun ka’bah                                                           dan juga untuk memanggil manusia untuk berhaji.
Hijir Ismail     : Kuburan Nabi Ismail click here dan Ibunya.
Zamzam        : Mata air yang didekat ka’bah.
Mas’a            : Tempat melakukan sa’i yaitu antara bukit shafa dam marwah yang ada di samping
masjid

Masjid ini bentuknya relatif bulat melingkari Ka’bah dan sangat luas sehingga memerlukan banyak pintu untuk dapat memasukinya dari segala arah. Jumlah pintunya 49 buah terdiri dari 4 pintu utama dan 45 pintu biasa. Karena banyaknya pintu dan bentuknya yang hampir serupa, banyak jama’ah yang tersesat.maka dari itu catatlah nomor atau nama pintu tempat anda masuk agar tidak salah sewaktu pulang.
Tiap pintu mempunyai nama sendiri, yang di kaitkan dengan nama tokoh dan tempat yang pengang peran dalam perkembangan islam. Di antaranya terdapat nama-nama: Abu Bakar Sidiq, Ibrahim, Ismail dll.masjid yang berada di sebuah lembah ini senangtiasa terasa selalu akomodatif dan ajaib.betapa tidak, jumlah jutaan jama’ah dari berbagai penjuru dunia, tetap masih bisa tertampung masuk masjid itu. Bertingkat tiga dengan tujuh buah menara besar yang tinggi menjulang ke langit.  Ketujuh manara dengan relif dan ukiran jendela yang khas itu siang dan malam di teburi cahaya hingga terlihat terang bederang seperti siang. Ya, seperti siang karena dominasi sinar warna putih dari lampu-lampu mercury yang bersumber dari generator listrik jutaan watt. Tidur di halaman mesjid,sambil menanti shalat tahajud dan subuh merupakankenikmatan tersendiri.

AIR ZAMZAM. Walaupun di bubuhi ventilasi cukup, mesjid dengan tiang-tiang besar itu dilengkapi AC sehinga jama’ah yang jumlahnya jutaan bisa dengan khusuk dan nyaman melaksanakan shalat dan berzikir. Dalam masjid terdapat banyak tangki air atau gentong-gentong plastic berisi air zamzam sejuk yang siap untuk di minum. Hampir semua jama’ah tatkala melakukan tawaf dan sa’i, sesekali berhenti mampir menyempatkan minum air zamzam tersebut.  Di luar masjidpun air zamzam mudah diperoleh melalui kran-kran yang sengaja disiapkan oleh pemerintah Saudi. Itulah sebagian kecil dari pada apa yang telah dibagun oleh pemerintah Saudi.