Masjid Nabawi

Masjid Nabawi di bangun oleh Nabi SAW bersama para sahabat dan kaum muslimin di tengah kota Madinah.

Pembangunanya di mulai pada rabiul Awal tahun 1 Hijriah (September 662 Masehi) segara setelah beliau hijrah dari Mekah ke Madinah.
Masjid Nabawi dibagun di atas tanah milik dua anak yatim Sahal dan Suhail yang dibeli dengan harga 10 dinar, dan di tambah tanah wakaf dari As’ad bin zurarah  serta tanah bekas makam kaum muslimin yang rusak.  Peletakan batu pertama di letakkan oleh Rasulullah dan selanjutnya oleh para sahabat, yang dimulai dari : Sayyidina Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Usman Bin Affan dan Ali Bin Abi Talib.

Pada masa awalnya masjid ini sagat kecil, yaitu hanya seluas 1.050 M2, tiang-tiang dan atap di buat dari batang kurma sedangkan penerangannya dari pelepah kurma yang di bakar. Banyak jama’ah haji yang datang Masjid ini bermaksud untuk melakukan shalat Arbain dan berziarah ke Makam Nabi, melaksanakan shalat Arbain, yaitu sholat fardhu 5 waktu dikerjakan di Masjid Nabawi 8 hari atau 40 waktu yang dilakukan secara berturut-turut. Shalat di masjid ini lebih utama dari 1.000 kali shalat di tempat lain.
Sebagaimana sadba Rasulullah SAW :
“ Shalat di masjidku lebih utama dari 1.000 shalat di tempat lainnya kecuali Masjid Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama dari 100.000 kali shalat di tempat lainnya”
jama’ah yang shalat di Masjid Nabawi hendaknya tidak lupa melakukan ziarah ke Makam Rasulullah,  karena makam Rasulullah ada di dalam Masjid Nabawi tersebut. Di samping makam Rasulullah terdapat makam sahabat utama beliau yaitu Abu Bakar Siddiq RA dan Umar Bin Khattab RA. Masjid ini juga memiliki tempat mustajab untuk berdoa bernama Raudah. Beberapa koleksi berharga peningalan Rasul seperti mimbar dan mihrab yang pernah di pakai Rasulullah masih terpelihara dengan baik.

TERBESAR DI DUNIA. Pada bulan safar 1405 h atau November 1984 M, Raja Fahd yang bergelar ”Palayan Dua Tanah Haram” meletakkan satu proyek perluasan Masjid Nabawi yang paling signifikan dan termegah sepanjang sejarah. Setelah tertunda satu tahun, tepatnya pada bulan Muharam 1406 H atau oktober 1985, dimulailah proyek besar ini dengan penggusuran semua bangunan yang click here ada disekitar masjid. Penggusuran pertama meliputi 100.000 M2 berupa bangunan hotel-hotel yang bertingkat, pasar atau komplek pertokoan. Kemudian di atas tanah tersebut di bangunlah suatu bagunan masjid baru seluas 82.000 M2  yang mengitari dan menyatu dengan bangunan masjid yang ada. Dengan tambahan bangunan baru ini, luas lantai dasar Masjid Nabawi kira-kira 98.000 M2 yang dapat menampung 167.000 jama’ah. Sedangkan lantai atas dapat di gunakan untuk shalat seluas 67.000 M2 dapat menampung sebanyak 90.000 jama’ah.

SATU JUTA JAMA’AH. Apabila halaman masjid di penuhi jama’ah untuk shalat , maka Masjid Nabawi dan dihalamannya dapat

menampung 650.000 jama’ah pada musim biasa (low season) dan lebih 1.000.000 jama’ah padamusim haji atau bulan Ramadhan (high season). Halamannya pada saat ini sebanding dengan kota Madinah ketika kehadiran pertama Rasulullah say hijrah.

KUBAH. Untuk pengaturan udara dalam bangunan yang sedemikian besar dan luas, dibuatlah 27 ruang terbuka dengan ukuran masing-masing 18x18m. sebagai atap dibuat kubah yang dapat di buka  dan ditutup secara elektronik dan juga dapat secara manual. Setiap kubah memiliki berat 80 ton terbuat dari kerangka baja dan beton yang dilapisi kayu pilihan dengan hiasan “relif”.  Pertatahkan batu mulia sejenis pirus yang sangat indah, sedangkan bagian luar atasnya dilapisi dengan keramik tahan panas.

AC RAKSASA. Untuk menyejukkan Masjid, dibangunlah satu unit AC sentral raksasa di atas tanah seluas 70.000 M2 yang terletak 7 km sebelah barat Mesjid. Hawa dingin yasng di hasilkan system itu dialirkan melalui pipa bawah tanah dan didistribusikan ke setiap penjuru Masjid melalui bagian bawah setiap pilar yang berjumlah 2.104 buah. Jumlah pilar pengalir udara sejuk yang fantastic tersebut merupakan ciri khas Masjid Nabawi, karena pengaturan posisi yang rapi dan keindahannya yang tiada tara. Pilar-pilar bundar dari tegar ini di buat dari beton bergaris tengah 64 cm, kemudian di lapisi marmar tebal berwarna putih susu. Dikakinya yang kokoh itulah di pasang ventulasi untuk mengalirkan hawa dingin. Jarak antara satu pilar dengan yang lainnya adalah 6m dan 18 m. Tinggi dari lantai dasar sampai lengkungan lantai atas 5,6m dan pada batas lengkungan itu dipajang lampu hias yang indah dan dikurung dalam sangkar berornamen lapis emas.