Jabal Nur

Diatas bukit Jabal Nur ini terdapat Gua Hira. Tingginya puncak gunung Jabal Nur kira-kira 200 Meter. Disekililingnya terdapat sejumlah gunung, bukit batu dan jurang.
Perjalanan mendaki puncak Gua Hira memakan waktu paling tidak 2 jam. Keadaan puncak sangat sunyi dan senyap hingga terasa menakutkan. Karena itulah Nabi Muhammad SAW menjadikan Gua Hira sebagai tempat menyepi dan mengasingkan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Gua Hira terletak di belakang 2 batu raksasa yang sangat dalam dan sempit. Bila kita kunjungi dan masuk kedalamnya orang akan merasa terpencil sepenuhnya dari kehidupan dunia. Luas Gua itu hanya cukup untuk tidur 3 orang berdampingan. Tingginya kira-kira 2 meter atau setinggi manusia. Di bagian ujung kakan, ada lubang atau celah yang dapat dipakai untuk memandang kawasan gunung dan bukit di jurusan Mekah.WAHYU PERTAMA, Beberapa tahun sebelum dan setelah menikah dengan Khadijah binti Khuwalid. Muhammad sering menyendiri dan menyepi untuk melakukan Tananut ( bertafakur). Beliau biasanya pergi dengan hanya membawa bekal makan dan minum secukupnya. Apabila click here bekal itu telah habis,  beliau kembali ke rumah guna mengambil bekal untuk hari-hari berikutnya. Demikian Beliau lakukan sampai suatu saat Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama ( Surat Al-Alaq aya 1 – 5 )
Artinya :
Bacalah dengan menyebut Tuhanmu Yang menciptkan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar ( manusia ) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Dengan perasaan takut dan gelisah, setelah peristiwa itu, beliau pulang ke rumah dan berkata kepada Khadijah ;
“Selimutilah aku, selimutilah aku”
Khadijah menyelimuti dan mendampingi beliau sehingga hilanglah rasa takutnya. Setelah mendengar kisah sangat ganjil yang dialami oleh suaminya di Gua Hira itu, Khadijah segera berangkat ke rumah Waraqah bin Naufal, anak paman Khadijah. Waraqah adalah seorang pemeluk agama Nasrani di zaman Jahiliah, padai menulis kitab injil dengan bahasa ibrani. Melalui dia, Muhammad mengetahui bahwa dirinya diangkat menjadi Nabi dan Rasul sebagaimana Musa AS, menerima wahyu Allah SWT melalui Malaikat Jibril.