Tentang haji

Haji merupakan salah satu rukun Islam yang lima dan syari’at Islam yang paling agung. Ia fardhu (wajib ) bagi setiap Muslim yang mukallaf dan mampu, satu kali sepanjang hayat dan selebihnya adalah sunnah. Orang yang mengingkari kewajibannya adalah kafir berdasarkan nash dan ijma.

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitullah. Barang siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran [3]:97)

“Dan sempurnakanlah olehmu ibadah haji dan umroh karena Allah..” (QS Al-Baqarah [2]:196)

“Islam tegak di atas lima dasar: bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, shaum bulan Ramadhan dan pergi haji ke Baitullah bagi yang mampu” (Al Hadits)

“Wahai segenap manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kalian haji maka tunaikanlah. Seorang pria bertanya, “Apakah setiap tahun wahai Rasulullah?” Beliau diam sampai pria itu menanyakannya tiga kali. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bertutur, “Biarkanlah (jangan kalian tanyakan) apa yang tidak aku sampaikan. Jika aku jawab ‘Ya’ pasti ia menjadi wajib dan tentu kalian tidak akan mampu menjalankannya. Orang-orang sebelum kalian binasa tidak lain karena banyak tanya dan suka menentang para nabinya. Bila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, kerjakanlah sesuai kemampuan, dan mana kala aku melarang kalian dari sesuatu maka tinggalkanlah” (Al Hadits)

 

Realitas Kini

Saat ini peluang untuk menunaikan haji terbuka lebar. Beberapa kondisi yang menjadi indikator persyaratan untuk menunaikan haji saat ini cukup kondusif, seperti kondisi keamanan di dalam negeri maupun di tanah suci, kondisi keuangan masyarakat juga cukup baik dan situasi kesehatan juga tidak sedang ada wabah. Karena kondisi inilah animo kaum muslimin yang ingin menunaikan haji dari negeri-negeri Islam cukup tinggi. Namun karena keterbatasan tempat dan pertimbangan-pertimbangan lain, pemerintah Saudi Arabia memberlakukan sistem kuota. Akibatnya, karena animo yang tinggi inilah terjadi antrian yang cukup panjang. Di Indonesia dan Malaysia lama antrian untuk haji reguler sudah melebihi 12 tahun. Sedangkan lama antrian untuk haji khusus sudah di atas 5 tahun.

 

Solusi Kami

Melihat situasi itulah kami menawarkan solusi untuk menghindari waktu tunggu yang sangat lama dalam pemberangkatan haji. Solusi yang kami tawarkan adalah: daftar tahun ini, berangkat haji tahun ini juga.

Banyak yang meragukan solusi yang kami tawarkan namun ditahun 2014 kami telah membuktikannya dengan memberangkatkan lebih dari 25 orang jamaah dan semua berangkat dan pulang dengan aman, lancar dan selamat (alhamdulillah, semoga menjadi haji mabrur). Dengan mekanisme dan prosedur yang kami buat serta pengalaman kami, insya Allah solusi ini aman dari sisi syar’i, aman dari sisi prosedur hukum dan nyaman dari sisi pelayanan.

Kami menawarkan paket perjalanan Haji Mandiri untuk pemberangkatan tahun 2015/1436H. Adapun pengertian haji furoda/non-kuota adalah sebagai berikut:

  1. Haji Mandiri adalah program perjalanan haji yang dikelola oleh travel 100%.
  2. Program Haji Mandiri tidak ada hubungannya sama sekali dengan haji plus atau haji khusus yang dikelola pemerintah RI.
  3. Program Haji Mandiri memanfaatkan visa yang diterbitkan Pemerintah Saudi Arabia.

 

Keunggulan Kami

  1. Daftar haji sekarang, berangkat tahun ini (tanpa menunggu bertahun-tahun)
  2. Kepastian mendapat visa lebih awal
  3. Dijamin aman (dana tidak akan hilang) dan nyaman (pelayanan setara ONH Plus)
  4. Dibimbing oleh tim yang berpengalaman dan berwawasan syar’i
  5. Dikelola atas dasar kekeluargaan dan semangat ukhuwwah Islamiyyah